"Komunikasi yang baik lahir dari rasa percaya diri, empati, dan kemampuan mengendalikan emosi. Jika keterampilan ini diterapkan dalam pelayanan, pasien dan keluarganya akan merasa lebih dihargai, didengarkan, dan dilayani dengan lebih profesional"
BARABAI – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, RSUD H. Damanhuri (RSHD) Barabai menggelar Pelatihan Komunikasi Asertif dan Penanganan Komplain Profesional bagi tenaga kesehatan dan tenaga administrasi, Sabtu (4/7/2026).
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi
pegawai dalam membangun komunikasi yang efektif, empatik, serta mampu menangani
komplain pasien dan keluarga secara profesional sebagai bagian dari peningkatan
kualitas layanan rumah sakit.
Direktur RSUD H. Damanhuri Barabai yang diwakili
Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan, Edy Rosadi, S.Kep., Ns., mengatakan
bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi medis, tetapi
juga oleh sikap dan cara berkomunikasi seluruh petugas.
Menurutnya, pasien harus dipandang sebagai
individu yang membutuhkan pertolongan. Selain menghadapi masalah kesehatan,
pasien dan keluarganya sering berada dalam kondisi cemas sehingga membutuhkan
pelayanan yang ramah, peduli, dan penuh empati.
"Seluruh unit harus menghilangkan ego
sektoral dan memperkuat kolaborasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin
baik. Kesan pertama yang diterima pasien, mulai dari petugas parkir, satpam
hingga petugas pendaftaran, menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan
masyarakat terhadap rumah sakit," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa komplain merupakan hak
masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pelayanan Publik. Karena itu,
setiap keluhan harus dipandang sebagai masukan berharga untuk mengevaluasi dan
terus memperbaiki mutu pelayanan.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Dr.
Normalina, S.P., M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran orang dewasa akan lebih
efektif ketika peserta merasa nyaman, bersemangat, dan memiliki energi positif.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya
mendapatkan materi mengenai komunikasi asertif dan penanganan komplain, tetapi
juga mengikuti berbagai sesi interaktif untuk membangun rasa percaya diri,
melatih pengendalian emosi, serta meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai
karakter pasien dan keluarga pasien.
"Komunikasi yang baik lahir dari rasa
percaya diri, empati, dan kemampuan mengendalikan emosi. Jika keterampilan ini
diterapkan dalam pelayanan, pasien dan keluarganya akan merasa lebih dihargai,
didengarkan, dan dilayani dengan lebih profesional," ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik berawal dari
pola pikir positif, kemampuan mendengarkan, empati, serta penyampaian informasi
yang jelas sehingga mampu menciptakan hubungan yang saling menghargai antara
petugas dan pasien.
Melalui pelatihan ini, RSUD H. Damanhuri Barabai
berharap seluruh peserta mampu menerapkan keterampilan komunikasi dalam
pelayanan sehari-hari, merasa nyaman, bersemangat, dan memiliki energi positif.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan
berdampak pada pelayanan yang lebih cepat, ramah, responsif, dan humanis,
sehingga meningkatkan kepuasan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik
terhadap pelayanan kesehatan di RSUD H. Damanhuri Barabai.(han)