Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, potensi gangguan terhadap pelayanan kesehatan dapat diminimalkan sehingga keselamatan pasien, pengunjung, dan petugas tetap terjaga.
BARABAI – Komitmen RSUD H. Damanhuri (RSHD) Barabai dalam menghadirkan pelayanan yang aman dan berkualitas terus diperkuat melalui Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan
yang berlangsung di lingkungan RSHD Barabai tersebut diikuti oleh perwakilan
unit kerja, anggota Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS),
petugas keamanan, serta tenaga kesehatan dan non-kesehatan. Pelatihan ini
bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan petugas
dalam mencegah serta menangani kejadian kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Melalui
pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga
praktik langsung penggunaan APAR sebagai langkah awal penanggulangan kebakaran.
Bekal tersebut dinilai penting mengingat rumah sakit merupakan fasilitas
pelayanan publik yang harus tetap mampu memberikan pelayanan meskipun dalam
situasi darurat.
Nur Rahma
Ismail, A.Md.TEM, wakil Ketua Komite K3RS menegaskan bawah Dampak nyata dari
kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan petugas dalam merespons kejadian
kebakaran secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Dengan kesiapsiagaan yang
lebih baik, potensi gangguan terhadap pelayanan kesehatan dapat diminimalkan
sehingga keselamatan pasien, pengunjung, dan petugas tetap terjaga.
Bagi
masyarakat, manfaat pelatihan ini dapat dirasakan melalui terciptanya
lingkungan rumah sakit yang lebih aman dan nyaman. Pasien serta keluarga pasien
memperoleh jaminan bahwa petugas rumah sakit memiliki kompetensi untuk
melakukan tindakan awal penanggulangan kebakaran sebelum bantuan lanjutan tiba,
sehingga risiko yang dapat mengancam keselamatan dapat ditekan sejak dini.
Kegiatan ini
juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya
pada aspek keselamatan pasien. Petugas yang terlatih diharapkan mampu bertindak
lebih sigap dalam menghadapi kondisi darurat, mengurangi potensi kepanikan,
serta menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan agar tetap berjalan optimal.
Untuk
memastikan hasil pelatihan memberikan dampak berkelanjutan, RSHD Barabai akan
melakukan sosialisasi kepada seluruh petugas, melaksanakan simulasi kebakaran
secara berkala, serta melakukan monitoring dan evaluasi melalui Komite K3RS.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan dan
peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
Melalui
kegiatan ini, RSHD Barabai menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan
kualitas pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan
pasien, pengunjung, serta seluruh petugas rumah sakit. Dukungan masyarakat juga
diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan rumah sakit yang
semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.(HAN)
