RSHD Barabai berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pemeliharaan dan pengujian sistem hydrant, sarana proteksi kebakaran, serta jalur dan sarana evakuasi secara berkala.
BARABAI – Demi memastikan sistem proteksi kebakaran di lingkungan rumah sakit tetap dalam kondisi siap digunakan, RSUD H. Damanhuri (RSHD) Barabai melakukan pengecekan komponen hydrant bersama BPBD dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis (6/8/2026).
Direktur RSHD Barabai, dr. Nanda, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem proteksi kebakaran di rumah sakit dapat berfungsi secara optimal apabila terjadi kondisi darurat.
“Tujuan utama pengecekan hydrant hari ini adalah
untuk memastikan sistem proteksi kebakaran yang ada di rumah sakit benar-benar
siap digunakan apabila terjadi kondisi darurat. Kami juga ingin mengetahui
bagian mana yang masih memerlukan pemeliharaan, perbaikan maupun pengujian
lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua K3RS, Rahma mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan tim internal rumah sakit, khususnya Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) bersama Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan serta Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Kabid Linmas dan Damkar Provinsi Kalimantan
Selatan, H. Maulana Fatahillah, S.STP, menuturkan bahwa hasil pengecekan akan
menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi rumah sakit.
“ kami bukan hanya sekadar melihat kondisi hydrant,
tetapi bagaimana memastikan seluruh sistem proteksi kebakaran benar-benar siap
ketika dibutuhkan, hasilnya akan kami jadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut
rumah sakit. Jadi bukan hanya sekadar pengecekan, tetapi kami ingin mengetahui
apa yang harus diperbaiki atau ditingkatkan agar sistem proteksi kebakaran
benar-benar siap digunakan,” tuturnya.
Kabid Pelayanan Non Medik RSHD Barabai, Rahmattullah,
mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat penting dalam mendukung
keselamatan di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, hydrant merupakan salah satu sarana
yang dapat mendukung penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Selain itu,
kegiatan tersebut juga memberikan masukan terkait jalur dan sarana evakuasi
pasien.
“Manfaatnya tentu sangat penting untuk keselamatan di rumah sakit, karena kalau terjadi kebakaran, sistem hydrant merupakan salah satu sarana yang mendukung penanganan awal. Selain itu, dari kegiatan ini kami juga mendapat masukan mengenai jalur dan sarana evakuasi pasien,” ungkapnya.
Kabid Pemadam Kebakaran Kabupaten HST, Drs.
Subhani, MAP, berharap RSHD Barabai dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan
melalui pemeliharaan dan pengujian sarana proteksi kebakaran secara berkala.
“Harapan kami RSHD Barabai ke depannya dapat meningkatkan sistem hydrant dan sarana proteksi kebakaran lainnya, serta melakukan pemeliharaan dan pengujian secara berkala. Dengan demikian, kesiapsiagaan rumah sakit semakin baik dan keselamatan pasien, pengunjung maupun petugas dapat lebih terjamin,” harapnya.
RSHD Barabai berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pemeliharaan dan pengujian sistem hydrant, sarana proteksi kebakaran, serta jalur dan sarana evakuasi secara berkala.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat
sistem keselamatan rumah sakit sekaligus memberikan perlindungan yang lebih
optimal bagi pasien, pengunjung dan seluruh petugas di lingkungan RSHD Barabai
(Han)
Ikuti informasi terbaru RSUD H. Damanhuri
Barabai melalui:
Instagram :
@rshdbarabaiofficial
TikTok :
@rshdbarabaiofficial
YouTube :
@rshdbarabaiofficial
Facebook : @rshdbarabaiofficial