BARABAI – Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD
H. Damanhuri Barabai, Edy Rosadi, S.Kep., Ns., menekankan pentingnya
peningkatan mutu pelayanan, kesiapan menghadapi penilaian Ombudsman Republik
Indonesia, pemenuhan aspek Pengelolaan Evaluasi Kenerja Penyelanggaraan
Pelayanan Publik (PEKPPP), serta penyesuaian sistem penjadwalan kontrol pasien,
Selasa (14/07/2026).
Edy menyampaikan kabar baik terkait pelayanan
kemoterapi di RSUD H. Damanhuri Barabai kini telah mendapatkan persetujuan BPJS
Kesehatan. Jadwal praktik dokter pada aplikasi HFIS juga telah disesuaikan.
Selain itu, seluruh tenaga kesehatan diminta
memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien dan keluarga,
baik saat pasien pulang dari rawat inap maupun saat mendapatkan surat kontrol
di rawat jalan, agar hadir sesuai tanggal kontrol yang telah dijadwalkan.
Hal ini sejalan dengan implementasi mekanisme
baru penerbitan surat kontrol BPJS. Hingga Agustus 2026, tanggal kontrol masih
dapat disesuaikan dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Memasuki
September hingga November 2026, pasien yang datang di luar jadwal harus
menunggu persetujuan BPJS.
Sementara mulai Desember 2026, pelayanan kontrol
hanya dapat diberikan apabila pasien datang sesuai tanggal yang tercantum pada
surat kontrol.
Mengenai penilaian, Edy mengingatkan seluruh
jajaran agar mempersiapkan diri menghadapi penilaian Ombudsman Republik
Indonesia yang berfokus pada pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan
pelayanan publik. Penilaian tersebut meliputi tiga tahapan, yaitu kelengkapan
dokumen, wawancara dengan pemangku kepentingan termasuk pimpinan, petugas
pengaduan, dan tenaga keperawatan, serta telusur lapangan di area pelayanan.
"Semua pihak harus siap. Sosialisasi telah kami
dilakukan. Mari kita pelajari dan persiapkan diri dengan baik," tegas Edy.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan
pentingnya pemenuhan enam aspek PEKPPP dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Seluruh bukti dukung agar dipenuhi,
khususnya terkait sarana dan prasarana, diminta diperbarui dan disesuaikan
dengan kondisi nyata di lapangan terkini.
"Dokumen bukti dukung sarana dan prasarana
yang disiapkan harus terbaru dan benar-benar sesuai dengan kondisi di
lapangan," ujarnya.
Edy turut mendorong seluruh unit untuk terus
menghadirkan inovasi pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi dan kualitas komunikasi petugas dengan pasien menjadi
perhatian penting dalam penilaian pelayanan publik.
Berdasarkan data pengaduan rata-rata yang
diterima rumah sakit, komunikasi antara petugas dan pasien masih menjadi
tantangan yang perlu terus diperbaiki.
"Kita harus membangun pola pikir sebagai
pelayan publik. Sadarilah bahwa pasien tidak pernah ingin menjadi pasien. Oleh
karena itu, layani dengan empati dan komunikasi yang baik," pesannya.
Tambahan, Kepala Bagian Administrasi Umum dan
Keuangan, Hernadi, mengajak seluruh pegawai mendukung program inovasi
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Gerakan Menanam Palawija
sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan Monitoring Gerakan Masyarakat Peduli
Inflasi Daerah (GEMPIDA) sub kegiatan Instansi Ramah Pangan (INRAPA) mendukung
ketahanan pangan daerah.
Apel pagi ditutup dengan penyampaian apresiasi
kepada seluruh pegawai atas dedikasi dan komitmen mereka dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
(Han)
Ikuti informasi terbaru RSUD H. Damanhuri
Barabai melalui:
Instagram :
@rshdbarabaiofficial
TikTok :
@rshdbarabaiofficial
YouTube :
@rshdbarabaiofficial
Facebook :
@rshdbarabaiofficial